“Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI”

Wah… tampaknya hiruk pikuk tak terelakan dari kupingku ini rasanya,aku berjalan terhimpit diantara rombongan para tamu yang bubar setelah mengikuti acara pelantikan Anggota DPD RI,diantara beberapa rekan dan kenalanku banyak yang mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut mungkin saja karena saat ini aku telah berada di dalamnya dan hari ini secara resmi saya bagian dari anggota DPD RI.

Minggu pertama kami bekerja telah di bebankan oleh persoalan-persoalan penting dalam merealisasikan program-program yang telah di rencanakan bahkan banyak rekan-rekan, diantara mereka telah memilih desk job untuk mengembangkan potensi daerah.Aku sempat terheran mengapa mereka semangat semua dalam memegang proyek yang di tempatkan pada kabupaten/kota tertinggal yang jelas-jelas dana anggarannya dari pusat dan jumlahnya tergantung dalam APBN.Tak ada terlintas dalam benakku bahwa mereka telah bersama-sama,menggembosi APBN.Wah,”ternyata di lembaga manapun di negara ini tak bebas dari kuman-kuman korupsi,mereka adalah perampok semua,walau aku awam dan terbilang baru di wilayah pekerjaan seperti ini”,tapi aku mulai mempelajari.

Anehnya bagi anggota muda yang benar-benar murni idealis,mempunyai prinsip,anti korupsi mereka di jauhi oleh rekan-rekan rakus saya,bahkan rekanan dari luarpun sangat gerah berurusan dengan orang seperti itu.Maka mencari aman saya ikut-ikutan bergabung dengan para srigala rakus dan singa lapar untuk ikut tergabung dalam suatu komisi pembangunan di kabupaten kota.Ahh… ternyata cukup mudah masuk dalam komisi tersebut baru duduk bergabung saja aku pulangnya sempat diberi amplop yang dalamnya ternyata cek dengan jumlah uang yang cukup banyak saat ini,mereka mengatakan bahwa “Dana tersebut adalah dana perimbangan untuk pusat dan daerah”,mereka berpesan kepada saya,”untuk menerimanya,takutnya jika saya tidak mengambilnya maka keanggotaan saya pada komisi tersebut tak akan berimbang dan mungkin saja jalan saya akan pincang jika sempat menolak dana-dana yang di berikan”,katanya.

Setiap projek yang ada dan dananya sudah mengucur maka projek tersebut menjadi tidak ada hanya ada laporan di atas kertas saja bahwa dana yang di kucurkan telah habis terserap tapi programnya tentu fiktif, setiap projek yang tidak ada maka akan di paksakan untuk ada sehingga dana kembali mengucur deras memenuhi pundi-pundi dan kantong kami.Bahkan untuk sebuah proyek fiktif yang berjudul kebule-bulean “The Good Goverment-pun” telah mereka sulap menjadi ada di atas kertas padahal dalam kenyataannya itu merupakan isapan jempol belaka tapi mereka khalayak luas hampir percaya bahwa DPD RI telah menjalankan program God Goverment secara akuntanbilitas,hahaha…untuk yang satu ini kami ternyata terjebak oleh para anggota dewan yang duduk di MPR-DPR mereka bagaikan singa lapar dan kami adalah srigala rakus,tak ubahnya di hutan layaknya Raja singa adalah penguasa rimba raya dan kami srigala adalah anggota rimba raya,maka mau tidak mau senang tidak senang suka tidak suka apapun kenyataannya haruslah di terima.

Upaya memperkaya diri bagi kami,mereka dan yang lainnya ternyata tak bertahan lama,usaha kami tersebut tercium busuknya oleh masyarakat yang merasa dirugikan karena pembangunan infrastruktur berupa fasilitas jembatan yang menghubungi propinsi yang satu dengan kabupaten dan kota di suatu daerah ambruk dan menelan korban yang cukup banyak.KPK sibuk mencari-cari tersangka dan media tetap mengendus si kambing hitam.Kronogis ceriterapun terus berkembang dan beredar bahwa “project pengadaan jembatan tersebut ternyata penunjukan langsung oleh suatu perusahaan milik adiknya sang walikota,yang notabenenya adik walikota tersebut tidak becus dalam bekerja dan hampir seluruh dana pembangunan di telan habis,sehingga Abangnya yang Walikota menutupi anggaran yang ada karena anggaran yang di setujui belum ketuk palu di DPRD maka setelah di audit terkuaklah belang walikota tersebut.Di mulailah drama sidang pengadilan,maka kami sebagaianggota DPD RI yang bertugas pada wilayah tersebut terembet kasus yang besar dan fiktif karena dana yang di kucurkan dari pusat hampir 50% di bagi-bagi dahulu sebelum di turunkan ke perusahaan rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan jembatan bagi kabupaten/kota tertinggal di Indonesia.

Genab 3 tahun tahun saya menjabat sebagai anggota,Saya diberhentikan secara tidak hormat karena pengadilan memutuskan kami melakukan korupsi besar-besaran dan merugikan keuangan negara,tahun ke 4 DPD RI di bubarkan Pemerintah karena tidak ada satu proyekpun yang jelas pengerjaaannya.Hanya dari balik jeruji besi itulah saya merasa bagaimana ketidak beresan saya bekerja dan begitu mudahnya saya mengikuti langkah yang tidak benar,saya menyesal dan dalam benak hati ini berkata “Andai saja ketika saya diangkat menjadi anggota DPD RI tidak melakukan hal tersebut tentu saja saya tidak berada pada tempat ini dan jika saja saya mencegah rekan-rekan semua untuk melarang dan tidak berkongsi dalam perbuatan yang tidak baik maka tentu rakyat yang telah percayai kami tidak menderita dan keuangan negara tidak akan gembos.”

Setelah menjalani beberapa tahun hukuman penjara,saya di bebaskan dari dalam penjara di beri remisi dan grasi oleh Presiden Indonesia yang baru saja terpilih karena President tersebut sempat membaca  wacana abstrak  beberapa tulisan dari saya , perlu di ketahui  sewaktu didalam penjara saya aktif menulis dengan berbagai format untuk kemajuan di Indonesia.

Beberapa hari setelah lepas dari penjara,saya di tunjuk menjadi meteri keuangan oleh Presiden RI.

taken from Album Hitam Putih

Hitam Putih

.

Iklan

3 Tanggapan to ““Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI””

  1. Djoen d'javanese Says:

    wah pengalaman yang bermanfa,at btw jadi pertanyaan bagi saya sebagai anak bangsa Apa penyebab ikut-ikutan melakukan tindakan salah tersebut ?
    Saya tahu 99,99% birokrasi di negeri kita adalah korup, beruntung saya lebih memilih keluar dari birokrasi, cari nafkah dengan berwiraswasta . ada prinsip ” Kalau mau membasmi tikus dalam rumah, agar tidak terkena racun tikusnya, harus dibasmi dari luar rumah “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: